Aktivitas Galian Kabel Fiber Optik Telkom di Wilayah Prabumulih Disoal Warga

393
Aktivitas pekerjaan galian dan penanaman kabel fiber optic milik perusahaan PT Telkom di sejumlah wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dipertanyakan warga.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Aktivitas pekerjaan galian dan penanaman kabel fiber optic milik perusahaan PT Telkom di sejumlah wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dipertanyakan warga. Pasalnya, selain tidak ada pemberitahuan dan keterangan terkait informasi kegiatan, pekerjaan penggalian juga dinilai warga diduga asal-asalan sehingga banyak merusak fasilitas umum milik pemerintah kota Prabumulih.

“Sudah tidak ada izin sama pemerintah setempat, juga pekerjaannya diduga asal-asalan sehingga banyak mengakibatkan dinding bangunan drainase (siring, red) jalan ambrol dan dikhawatirkan menyebabkan banjir ketika turun hujan,” ungkap Nopri, salah satu warga Prabumulih yang kecewa saat melihat bangunan drainase di Jalan M Yusuf Wahid, Kelurahan Sukajadi, Prabumulih Timur, yang dijebol sembarangan oleh pekerja gali Telkom, Jumat sore (26/06).

Masih dikatakannya, seharusnya pihak pelaksana (pemborong, red) berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga atau perangkat RT atau RW di sekitar lokasi galian sehingga tujuan pekerjaan untuk meningkatkan PAD dan menumbuhkan perekonomian dalam penggunaan jaringan internet dan komunikasi bisa maksimal.

“Bukan dengan cara-cara seperti ini, tiba-tiba bekerja dan main hancur bangunan drainase saja tanpa koordinasi dengan pemerintah disini terlebih dahulu. Belum lagi sisa tanah bekas galian dan kabelnya yang dibiarkan bertumpuk dibahu badan jalan, tentunya itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan,” ucapnya, dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga disampaikan Darsono, Ketua RW 03 Kelurahan Sukajadi. Ditambahkannya, selain merusak fasilitas umum dan tidak melapor terlebih dahulu kegiatan penggalian kabel tersebut, warga juga memertanyakan status para pekerja gali yang notabene semuanya berasal dari pulau Jawa.

“Warga khawatir, karena di samping tidak ada sarana protocol kesehatan satu pun tidak ada yang memakai masker dan prasarana lainnya, juga mereka tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid dari Tim Gugus Tugas daerah mereka, apalagi infonya jumlah pekerja ini cukup banyak sekitar 33 orang,” tandas Darsono, yang saat dibincangi didampingi Ketua RT 001 Benbela.

Dia melanjutkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga telah merilis aturan protokol new normal berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

“Nah, dalam Protokol kesehatan ini sudah jelas diatur mulai dari tata cara berkumpul di luar rumah, waktu makan di restoran hingga beribadah. Artinya apapun aktivitas sehari-hari di era tatanan new normal ini harus tetap menjalankan dan mengedepankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara ditemui terpisah, Lurah Sukajadi, Justanhar Firmansyah., SE. saat dikonfirmasi Jumat sore (26/06) membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait aktivitas galian kabel fiber optic Telkom di wilayahnya.

“Ya ada beberapa RT dan RW, yang melaporkan hal itu. Kita juga sangat menyayangkan, seharusnya mereka (pihak pelaksana) atau pihak Telkom koordinasi dulu ke kita sehingga tidak sampai menimbulkan gejolak seperti ini, banyak beberapa titik rusak akibat galian itu,” jelas Lurah, yang akrab disapa Yosep ini.

Untuk itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat pekerjaan galian kabel tersebut, dirinya meminta pihak pelaksana pekerjaan menghentikan sementara aktivitasnya sampai seluruh persyaratan dan administrasinya lengkap.

“Karena di samping menjaga sarana dan prasarana fasilitas umum, juga ini kan masih di tengah pandemi Covid-19 jadi kita minta semuanya jelas dulu mulai dari perlengkapan protocol kesehatan hingga seputar rencana kerja mereka di lapangan,” tukasnya.

Laporan : King/Red III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here