Aktivis Sumsel Bersatu Sampaikan Rekomendasi ke Herman Deru

93
DEMO AKTIVIS: Puluhan massa aktivis yang tergabung dalam Presidium Aktivis Sumsel Bersatu, Selasa (24/9/2019) mendatangi dan menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi massa Aktivis Sumsel Bersatu ini dilakukan menyusul terus meluasnya isu sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintahan provinsi Sumsel terutama menyangkut penegakan hukum, pendidikan, dan lingkungan hidup.

# Terungkap dalam Demo Gabungan Aktivis Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Puluhan massa aktivis yang tergabung dalam Presidium Aktivis Sumsel Bersatu, Selasa (24/9/2019) mendatangi dan menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi massa Aktivis Sumsel Bersatu ini dilakukan menyusul terus meluasnya isu sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintahan provinsi Sumsel terutama menyangkut penegakan hukum, pendidikan, dan lingkungan hidup.

“Ini dibutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh stake holder di Provinsi Sumatera Selatan, agar permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara komprehensif.” Ujar Firdaus Abdullah, Sekretaris Aktivis Rebug, dibincangi usai menyampaikan aksi di halaman depan perkantoran Gubernur Sumsel.

Menurut mantan aktivis 98 ini, untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tersebut perlu dibangun secara arif dan bijaksana atas dasar kesadaran kewajiban sesama anak bangsa agar terciptnya keadilan sosial bagi semua, seperti dalam penegakan hukum, politik pendidikan dan politik lingkungan hidup.

“Untuk itu melalui Presidium Aktivis Sumsel Bersatu ini kami merasa terpanggil sebagai bentuk tanggung jawab moral, politik maupun intelektual dalam bentuk gerakan rembuk dan kajian atas persoalan maupun isu yang berkembang. Atas dasar pertimbangan penuh dengan kesadaran kolektif,” tandasnya.

Senada ditambahkan oleh Ketua Aktivis Rebug Rudi Panggariduan. Menurutnya, aksi yang mereka lakukan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Untuk itu kita rekomendasikan kepada Gubernur, ada beberapa bidang yang kita sampaikan yaitu politik hukum, politik pendidikan, politik ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan hidup. Kalau politik hukum seperti masalah reformasi agraria, kita minta pemerintah provinsi melaksanakan pengamanan narkoba setiap enam bulan sekali, masalah pencabutan hak penetapan pemerintahan marga abad, sosial budayanya masalah cagar budaya dalam pembangunan cinde karena itu adalah salah satu cagar budaya yang dilindungi undang-undang, kemudian pemantapan renovasi BKB. Dan ekonominya adalah pengalasan lebih baik lebih mendalam untuk BUMB baik itu dari provinsi maupun di seluruh kabupaten kota karena kita tahu kinerja dari BUMB ini kurang maksimal dan beberapa bidang lainnya yang ingin kita sampaikan.” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru didampingi Wakilnya H Mawardi Yahya menyambut baik apa yang dilakukan para aktivis Sumsel tersebut.

“Kita semua punya tanggungjawab dan tugas masing-masing. Ketika kita menatap masa depan kita harus di awali dari masa kini untuk kita melangkah maju untuk masa depan. Dari masa kini kita tidak terlepas dari masa lalu yang lebih dan kurangnya terutama kekurangannya kita perbaiki untuk agar kita tidak salah melangkah dalam menata masa depan. Terkait dengan beberapa hal amanah undang-undang dan infrastruktur bertahap akan kita penuhi termasuk undang-undang pendidikan dan undang-undang kesehatan,” ujar Gubernur Sumsel, saat turun menemui rombongan massa.

Gubernur juga menyampaikan, pihaknya sangat membutuhkan pengawalan dan pengawasan dari para aktivis dan mahasiswa dalam bekerja dan melaksanakan kebijakan pemerintahan.

“Didalam periode ini kami juga perlu juga pengawalan dari aktivis dan mahasiswa untuk dapat bekerja dengan selalu tidak meninggalkan respon dari masyarakat karena kita tahu yang disampaikan oleh aktivis dan mahasiswa adalah mengakomodir yang diinginkan masyarakat, tapi kita juga butuh waktu untuk mencapai ini untuk bersama-sama dimana pemerintahan ini terdiri dari pemerintah daerah dan legislatif juga pada daerah tingkat II kita libatkan semua aktivisnya dari 17 kabupaten kota,” jelas Herman Deru.

“Untuk itu kepada rekan aktivis dan mahasiswa teruslah kita diawasi dan kawal, karena tujuan kita adalah adalah memajukan Indonesia. Karena itu kita butuh pemikiran dan perbuatan dari kalangan pemuda.” tegasnya.

Laporan : Yudhi

Editor   : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here