Aksi Mahasiswa dan Buruh Tolak RUU Omnibus Law Tidak Di Respon DPRD Sumsel

53

Sumateranews.co.id.PALEMBANG, – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum mahasiswa dan buruh bersatu (FMBB) kembali menggelar aksi damai didepan kantor DPRD provinsi Sumatera Selatan, Kamis (19/03/2020).

Pantauan dilapangan, para masa aksi tersebut menuntut dan menolak RUU Omnibus Law yang akan di sah kan oleh DPRD RI, yang menurutnya akan sengsarakan masyarakat Indonesia.

Koordinator aksi Febri Zulian mengatakan, pihaknya menggelar aksi ini adalah sebagai bentuk penolakan mahasiswa terhadap RUU Omnibus Law.

“Kami mahasiswa menolak RUU Omnibus Law, Karena ada beberapa pasal yang menurut kami kedepan akan menyengsarakan buruh. Diantaranya pasal soal outsorsing tidak ada lagi pegawai tetap,” tegasnya.

 

Ditempat yang sama, Ketua DPW PPMI Sumsel Charma Aprianto menegaskan, bahwa RUU omnibus law harus segera ditolak dan tidak boleh disahkan DPRD RI.

“Kami PPMI menyatakan sikap dengan tegas serta mengajak kaum buruh dan mahasiswa untuk membunuh virus Omnibus law ini, karena semua UU Syariah pun akan di hapuskan, mau jadi apa negara kita ini” katanya saat orasi.

Dikatakan Charma, Kemarin ketua DPRD mendukung sepenuhnya RUU Omnibus law tidak jadi di sah kan, tetapi saat kami melihat berita DPRD membantah itu, ada apa ini kenapa jd kalian seperti ini.

“Karna RUU Omnibus law sangat berbahaya untuk masa depan kita semua” pungkasnya.

 

Sementara itu, Panglima Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Sumsel Yan Coga mengungkapkan, bahwa kehadiran pihaknya disini karena negara tidak adil bagi rakyat.

“Kalau pemerintah saat ini tidak mampu mensejahterakan rakyat Indonesia dan tidak mengangkat harkat martabat kaum buruh petani, jadi dalam hal ini saya nyatakan pemimpin republik Indonesia saat ini presiden Jokowi gagal mundur saja biar Yan Coga yang jadi presiden republik Indonesia,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Perwakilan Perempuan Indonesia dan mahasiswi Fini ismail menambahkan, ada tiga RUU Omnibuslaw yang tidak pro rakyat, tanpa buruh, tidak ada pengusaha karena buruh bekerja iklas.

“Pengusaha hanya meraup keuntungan sebesarnya, tanpa memikirkam nasib rakyat kecil, jadi Ketua DPRD Sumsel kami minta agar keluh kesah kami didengar dan disampaikan ke pusat, agar RUU ini dapat direvisi kembali,” imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, belum ada tanggapan dari Ketua DPRD Sumsel dan Anggota DPRD Sumsel karena tidak ada ditempat, tetapi Aksi masa berjanji akan melakukan aksi kembali,” tandasnya.

Laporan : King
Editor     : Abiyasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here