Aksi Demo Tuntut KPU Diskualifikasi Pilwako Palembang

435
Yan Hariranto Koordinator aksi Demo memberikan statemen yang diterima Komisioner KPU Kota Palembang Firamon Sakti. Foto: SU

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Sebanyak ratusan orang massa mengatasnamakan Garda Alam Pikiran Indonesia (Garda Api) Sumatera Selatan menggelar aksi demontrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Kamis (5/7/18). Dalam orasinya mereka menuntut untuk mendiskualifikasikan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Paslon Nomor Urut 1 serta merekomendasikan Pilkada Ulang Kota Palembang.
Koordinator Aksi Garda Api, Yan Hariranto SPd dalam orasinya menyatakan sikap bahwa Pengurus Garda Api Sumsel menuntut agar 1. Usut tuntas DPT Ganda sebanyak 278.132 pemilih Pilkada Kota Palembang. 2. Usut tuntas ada keterlibatan oknum ASN dan ‘Money’ Politik terstruktur sistematis dan masif dalam Pilkada Kota Palembang. 3. Menduga ada pergerakan dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan RW/RT terstruktur sistematis dan masif dari ‘Incumbent’.
“Pernyataan ke 4, kami juga menuntut merekomendasikan KPU untuk mendiskualifikasikan pasangan calon walikota nomor 1, serta merekomendasikan pilkada ulang kota Palembang,”tegasnya.

Menanggapi aksi demo tersebut, Firamon Sakti selaku Komisioner KPU Kota Palembang dihadapan massa mengatakan, atas nama KPU Kota Palembang mengucapkan terima kasih untuk saran dan masukan dari teman-teman yang sudah menyampaikan aspirasinya tentang Pilkada Kota Palembang.
“Perlu bapak ibu ketahui, kami di KPU Kota Palembang sudah melaksanakan Pilkada Kota Palembang sesuai dengan aturan tahapan, kalau pun menurut kacamata teman-teman ada kekeliruan ada kekurangan mohon disampaikan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di Negera Republik Indonesia, sekali lagi aspirasi dari teman-teman akan kami baca serta kami teliti,”tegasnya.
Sementara Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Ketua DPD Sumsel Syamsoedin Djoesman mengatakan, telah melayangkan Surat Nomor R/222/kla/ DPD Sumsel/ BPAN-AI/VII/18, kepada Pimpinan KPU Kota Palembang yang isinya adanya dugaan kecurangan dilakukan oleh petugas KPPS dikelurahan 10 Ilir Kota Palembang.
“1. Petugas KPPS membuka kota suara tanpa disaksikan oleh saksi masing-masing calon Walikota/calon Gubernur.2. Segel kotak suara dirusak dan diganti dengan yang baru tanpa disaksikan oleh saksi masing-masing calon Walikota/calon. 3. Ketika dimintai keterangan petugas KPPS membuka kotak suara atas perintah Kecamatan PPK, jelas pihak KPPS mengakuinya,”ungkapnya.
Syamsoedin menambahkan, agar KPU dan Bawaslu bertindak tegas karena kecurangan tersebut bukan hanya di Kelurahan 10 Ilir tetapi diduga juga terjadi dibanyak tempat dan kecurangan tahun 2013 adalah pembelajaran buat KPU Bawaslu Kota Palembang di tahun 2018 agar kecurangan tidak dijadikan adat istiadat Pemilu Kota Palembang sebagai pemenang.
“Meminta kepada KPU dan Bawaslu menindaklanjuti hal tersebut atau membatalkan hasil suara di Kota Palembang dan melaksanakan pemilu ulang demi tegaknya pemilu jujur dan adil,”tegasnya.

Kapolreta Palembang Kombes Pol Bintono Haribawono Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Kapolresta Palembang Wahyu Bintono Haribawono ketika dikonfirmasi wartawan. Foto: SU

Secara terpisah Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu mengatakan, dalam rangka pengamanan tahapan rekapitulasi suara hasil Pilkada serentak tahun 2018 Tingkat KPU Kota dan Provinsi Polresta Palembang bersama-sama jajaran Kodim 0418 Palembang, menurunkan 250 personil gabungan TNI-Polri.
“Kita siapkan atau diploting, kantor KPU dan sekitarnya untuk mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pilkada serentak tahun 2018 baik Pilgub maupun Pilwako Palembang sampai dengan tuntas dan alhamdullilah hari Kamis dini hari, 01.00 Wib, seluruh tahapan rapat pleno Pilgub dan Pilwako telah selesai dan untuk kotak suara sudah dikirimkan di kantor Provinsi Sumsel dan kegiatan berlangsung aman dan lancar,”tandasnya.

 

Laporan : SU
Editor    : Syarif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here