AKIBAT ULAH PT SSL, MASYARAKAT JADI KISRUH

0
369

Sumateranews.co.id MUARA ENIM – Diduga akibat ulah PT. Surya Subur Lestari (SSL) Masyarakat Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim menjadi kisruh. Pasalnya kebun sawit yang ditanam di aset desa menimbulkan permasalahan di kalangan masyarakat.

Apalagi masyarakat Desa Padang Bindu menyimpulkan dalam hasil rapat Sabtu (15/7), segala aktivitas di kebun plasma tersebut tidak ada sebelum permasalahan selesai.

Dalam rapat yang dilakukan di Balai Desa Padang Bindu itu, Kepala Desa Padang Bindu Herli mengatakan bahwa rapat dilakukan untuk merumuskan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi desanya. Juga untuk mengubah hasil kerja sama dengan PT SSL yang telah dilakukan, sebab ternyata PT SSL tak memiliki izin. ‘’Hasil rapat kita tetapkan secara bersama, dan tidak ada yang disalahkan dalam masalah ini, pada intinya tujuan kita mengadakan rapat ini kita ingin membuat perjanjian kerjasama yang sama-sama menguntungkan. Sementara perjanjian kerjasama yang sedang berjalan (dengan PT SSL) itu merugikan pemerintah Desa Padang Bindu, dan kita menginginkan perjanjian kerjasama ini diubah,’’ tegas Kades.

Rapat dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Piardi SE. Dalam rapat itu Piardi mengatakan dengan tegas, sebenarnya permasalahan kebun plasma ini sudah lama, namun tidak kunjung selesai. ‘’Kebun plasma Desa Padang Bindu ini awalnya bekerjasama dengan PT. Surya Subur Lestari (SSL), didalam perjalanan ternyata PT. Surya Subur Lestari ini tidak mempunyai izin. Dengan kenyataan seperti ini maka disarankan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, kebun plasma Desa Padang Bindu dikelola oleh pemerintahan desa. Lalu, kepala desa memerintahkan Koperasi untuk mengelola kebun plasma ini, dengan dasar ini koperasi mengadakan kerjasama dengan PT. Surya Bumi Agro Langgeng. Kenapa kebun plasma ini dikelola oleh pemerintah desa karena tanah kebun tersebut adalah tanah desa,’’ papar Piardi.

Hasil rapat juga akan diserahkan ke PT SSL. ‘’Nanti kita lihat bagaimana respon perusahaan itu. Selain itu masyarakat juga banyak menghendaki agar perjanjian baru dibuat dengan PT Surya Bumi Agro Langgeng bukan dengan PT. Surya Subur Lestari ka,’’ tegas Piardi.

Laporan : Deka Saputra

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article