Akibat Narkotika, 1 Anggota Polres RL Dipecat

0
354
Teks foto: Upacara pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) di Polres Rejang Lebong, Rabu (1/11). (foto: Benny)

Sumateranews.co.id, BENGKULU – Rabu (01/11/2017) pagi, Polres Rejang Lebong menggelar upacara pemecatan tidak dengan hormat (PTDH), terhadap salah satu anggota Polri dari jajaran Polres Rejang Lebong, bernama Bripda Aditya Berry Jengga Pratama, NRP 91080235 yang menjabat sebagai Bamin SPKT Polres Rejang Lebong, atas keterlibatan narkotika.

Pemecatan ini merujuk pada Surat Keputusan Kapolda Bengkulu Nomor : Kep/212/X/2017 tanggal 16 Oktober 2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Kepolisian Negara Republik  Indonesia. Pemecatan ini terhitung mulai 31 Oktober 2017, Bripda Aditya resmi bukan lagi anggota Polri.

Bripda Aditya telah terbukti melanggar Pasal 7 ayat (1) huruf b dan c, dan atau pasal 11 huruf c Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011, tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia Junto pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 01 tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Dalam upacara PTDH Rabu pagi, Kapolres Rejang Lebong Akbp Napitupulu Yogi Yusuf yang bertindak selaku Inspektur Upacara berpesan agar hal ini jangan sampai terjadi lagi pada anggota lainnya. ‘’Hindari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat merusak citra Polri, laksanakan tugas sesuai prosedur, serta hindari narkotika karena akan langsung ditindak tegas,” pesannya.

“Pemecatan ini berawal dari gelaran tes urine dadakan yang dilakukan oleh Propam Mabes Polri untuk seluruh jajaran Polda Bengkulu pada 24 Mei 2017, termasuk di Kepolisian Resor Rejang Lebong yang menemukan hasil positif menggunakan narkotika dari hasil tes urine Bripda Aditya Berry Jengga Pratama,” jelas Kompol junaidi SH selaku Kabag Sumda Polres Rejang Lebong, Rabu (01/11/2017).

Ditambahkan Kompol Junaidi, usai pelaksanaan tes urine, Bripda Aditya langsung dikirim ke BNNP Bengkulu untuk mengikuti asessment dan rehabilitasi selama 90 hari. Di samping itu sambil menjalani masa sidang kode etik pada tanggal 30 Juni 2017 yang menghasilkan rekomendasi pemecatan. Sempat dilakukan upaya banding, namun hasilnya pada tanggal 26 September 2017 upaya banding Bripda Aditya ditolak oleh Ketua Sidang Komisi Banding.

Laporan           : Benny Septiadi

Editor/Posting : Imam Ghazali