Akibat Dampak Keretakan Aktivitas Tambang Pertamina, 32 Warga Masih Enggan Ambil Kompensasi

0
223
Exif_JPEG_420

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Hingga kini dari 109 rumah, maka masih ada 32  rumah warga yang rumahnya mengalami keretakan akibat aktivitas pertambangan  yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Asset II. Dampak dari blauout tersebut adalah munculnya air asin dari ledakan yang timbul. Ironisnya,  sampai saat warga ini belum mengambil kompensasi yang disiapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban  dari pihak  Pertamina.

Belum selesainya proses ganti rugi yang dilakukan Pertamina tersebut dikarenakan keengganan dan alasan yang berbeda-beda dari warga yang menjadi korban.

Menanggapi hal itu, Assistent Goverment and PR Pertamina EP Asset II, M Gustaf Akib menjelaskan bahwa alasan warga di antaranya ada yang masih menganggap kompensasi tidak sesuai dengan dampak kerusakan yang ada. ‘’Namun, ada juga yang baru akan mengambil kompensasi, tetapi tidak bisa lagi karena sudah lewat batas waktunya.  Kompensasi yang kami keluarkan sudah tidak bisa bertambah lagi. Selain kalau itu bertambah, warga yang lain akan komplain. Apalagi, jumlah tersebut sudah sesuai dengan perhitungan tim yang memang dibentuk dan mendapatkan SK dari Wali Kota,” ujarnya usai rapat tertutup di Kantor L&R PT Pertamina EP Asset II, Senin (5/3).

Kata Gustaf lagi, kalau warga yang berjumlah 32 orang itu masih tidak mau mengambil kompensasi yang disiapkan, pihaknya akan mempersilakan warga untuk mencari jalan yang dianggap perlu. “Yang jelas, kebijakan yang dikeluarkan itu adalah kebijakan tim, bukan kebijakan Pertamina,” tegasnya seraya menambahkan jika seusai hasil kesepakatan tim, maka waktu pengambilan kompensasi hanya sampai 5 April 2018 ini.

Kompensasi untuk 32 warga tersebut berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakan. Namun, ada satu warga yang mendapat kompensasi mencapai sekitar Rp 74.000.000. Karena memang setelah dicek, rumah yang bersangkutan mengalami rusak cukup parah.

“Setelah tanggal yang ditetapkan, kami tidak akan membuka lagi kesempatan, karena kami juga dikejar anggaran. Sebenarnya dana kompensasi ini pun diambil dari anggaran tahun 2018, yang tadinya memang tidak ada,” ucapnya seraya memastikan jika pihaknya terus menjalin komunikasi dengan kepala desa (Kades), karena, ada sekitar 31 warga yang melalui Kades, namun satu orang lagi belum ada kabarnya.

Sementara, Assisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, H Asymuni Hambali mengatakan jika batas kewenangan Pemkot hanya memfasilitasi dan memediasi antara kedua belah pihak. Tetapi lanjutnya, sejauh ini komunikasi yang dijalin antara Pemkot dan Pertamina masih berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Kami akan komunikasikan kembali dengan masyarakat tentang ganti rugi itu. Dan Pertamina EP Asset II memberikan waktu kepada masyarakat untuk kompensasi itu Sampai saat ini masih ada 32 warga lagi yang belum mengambil kompensasinya. Masalahnya, ada warga yang dipanggil tetapi tidak datang. Ada juga yang mungkin meminta agar kompensasi ganti ruginya ditambah,” tandas Asymuni.

 

Laporan           :  Taufik Hidayat

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article