Akhir Juli 2018, BKN Terima Ratusan Ribu PNS

0
292
foto: ilustrasi net

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Bagi para lulusan, baik SMA/Sederajat, D3, maupun S1 yang mendambakan menjadi PNS/ASN bisa terpenuhi.

Hal itu menyusul akan dibukanya penerimaan PNS/ASN oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada minggu keempat atau akhir Juli 2018 ini.
Berdasarkan keterangan Kepala Humas BKN Pusat M. Ridwan kepada media Senin malam (16/7) mengatakan bahwa berdasarkan keterangan Menpan RI, akhir Juli atau minggu keempat memang akan dimulai pendaftaran formasi PNS/ASN untuk daerah dan pusat.

‘’Tanggalnya belum bisa dipastikan tapi minggu keempat Bulan Juli ini,’’ tegas Ridwan kepada media.
Disinggung jumlah formasi yang banyak bakalan diterima, Ridwan kembali menegaskan bahwa formasi yang pertama adalah guru yakni sebanyak 100 ribu orang, baik Pusat maupun daerah. ‘’Lalu menyusul tenaga kesehatan, baik itu perawat, bidan, dokter, maupun dokter gigi. Lalu formasi teknis dan kebutuhan daerah,’’ cetus Ridwan.

Untuk pendaftaran sendiri hanya melalui satu portal atau web yakni : SSCN.BKN.co.id. ‘’Jadi para pendaftar silakan membuka portal atau web tersebut di akhir Juli atau minggu keempat bulan Juli ini,’’ tegas Ridwan.

Untuk penerimaan PNS/ASN tahun 2018 ini, sistemnya berbeda dengan tahun 2017 lalu. Yakni hanya ada satu portal atau satu web saja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, penerimaan dapat melalui situs tertentu yang dikelola oleh institusi di suatu daerah. Karenanya para pelamar diharapkan stand by untuk membuka portal tunggal BKN tersebut sebagai satu-satunya pintu masuk menjadi PNS/ASN/CPNS.

Meski pernyataan dari BKN tersebut telah terlontar, namun di sisi lain Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 belum mengumumkan secara resmi, formasi jabatan apa saja yang akan dibuka untuk pendaftaran CPNS 2018 hingga Senin (16/7/2018).

Hal itu berbeda dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai salah satu panitia pelaksana seleksi CPNS 2018 justru telah memastikan, proses penerimaannya akan menggunakan Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) terintegrasi.
Dimana dengan sistem SSCN terintegrasi tersebut, nantinya pelamar tak perlu membuka dua portal untuk mendaftar dan akan didapatkan single data bagi setiap peseta.

Iwan Hermanto, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), menjelaskan pada kegiatan Rakornas Kepegawaian 2018 beberapa hari lalu, masalah yang paling banyak dijumpai pada seleksi CPNS tahun 2017 adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdaftar di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Oleh karena itu sebelum seleksi CPNS dimulai, calon pelamar disarankan untuk memastikan NIK-nya di instansi tersebut.

Segala pertanyaan juga dapat dilihat di laman FAQ yang disediakan BKN.
Bila NIK tercatat di Disdukcapil, maka peserta dapat mendaftar di portal SSCN BKN, bila waktu pendaftaran sudah dimulai.
Menurut Iwan, akan ada satu yang berbeda dari tahun lalu, untuk pendaftaran CPNS tahun ini.

“Hanya satu yang berbeda dari tahun lalu. Fotonya adalah selfie. Selfie dengan KTP dan kode pendaftaran,” jelas Iwan.
Bila data dari peserta terverifikasi, maka instansi dapat mencetak kartu tes.

Untuk tahap berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), akan dilaksanakan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN, yang cepat diketahui hasilnya, akurat dan transparan.

CAT akan dilaksanakan di Kantor Regional BKN atau bisa juga CAT mandiri dengan menyewa sebuah gedung.
Iwan mengungkapkan, saat ini tersedia 66 lokasi CAT BKN di seluruh Indonesia, yang disiapkan untuk penerimaan CPNS 2018.
Namun, angka itu masih bisa berubah, sesuai dengan jumlah pendaftarnya. Saat akan masuk ke ruang tes, peserta akan diperiksa petugas, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber : Berbagai Sumber
Laporan/Posting : Imam Ghazali