AIMI Lampung Imbau Donasi Susu Formula pada Korban Tsunami Dibatasi

39

Sumateranews.co.id, LAMPUNG- Tsunami yang terjadi di selat sunda  Banten dan Lampung menyisakan duka mendalam bagi korban,  khususnya balita dan anak-anak.

Indonesia bisa belajar banyak dari kasus penanganan gempa Yogyakarta 2006 silam. Pada kejadian tersebut, pemberian susu formula meningkatkan diare pada anak di bawah usia 2 tahun. 25 % dari penderita meminum susu formula namun memiliki keterbatasan akses air bersih dan botol higienis.

Terkait hal itu, Sabtu (29/12) Ketua AIMI Lampung Upi Fitriyanti mengimbau agar pemberian bantuan susu formula (sufor) dibatasi. Sebab meski diare tentu saja bukan menjadi satu-satunya penyebab dari sufor, tapi dikhawatirkan hal itu dapat menimbulkan masalah baru. ‘’Sebab anak-anak menjadi rentan terkena penyakit  diare,’’ tegas Upi.

Karenanya, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)  Daerah Lampung mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan memberikan bantuan kepada korban tidak dianjurkan memberikan bantuan dalam bentuk susu formula tanpa pendampingan  tenaga kesehatan atau tenaga ahli  dengan izin dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan tidak didistribusikan secara langsung tanpa pendampingan dan pengawasan dari tenaga kesehatan.

“Perlu tenaga kesehatan agar memastikan penyajiannya sesuai standar kesehatan. Ibu yang masih dapat menyusui mesti mendapatkan bantuan menyusui (konseling). Bahkan mareka yang berhenti menyusui karena satu dan lain hal akan didukung dan dibantu agar kembali menyusui (relaktasi) dengan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih atau konselor menyusui,” jelas Upi Fitriyanti.

Sesuai Pasal 15 PP 33  Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif dimungkinkan pemberian  sufor selama didampingi tenaga kesehatan untuk menjelaskan penggunaan dan penyajiannya, bukan bebas disumbangkan tanpa pendampingan dari tenaga kesehatan.

Untuk itu perlu pemahaman tentang pentingnya menyusui  bagi ibu, serta dukungan dan motivasi untuk tetap memberikan ASI kepada anaknya meski dalam kondisi bencana karena akan lebih melindungi bayi dari berbagai penyakit karena sanitasi yang masih belum layak.

Pada saat gempa Lombok dan Palu yang lalu AIMI sudah terlibat dalam program Infant Feeding In Emergency yang dilakukan oleh UNICEF bekerjasama dengan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dan AIMI.

Upi Ftriyanti menjelaskan pula, selaku Ketua AIMI Daerah Lampung dan Tim pada Sabtu, 29 Desember 2018  telah melakukan upaya pencegahan dengan menyalurkan bantuan dari para donatur dalam bentuk sanitasi kits kepada para korban bencana selain itu AIMI Daerah Lampung juga memberikan bantuan konseling  kepada para Ibu Menyusui dan pemahaman tentang MPASI sehat dalam kondisi bencana.

“Dalam kondisi normal saja ibu menyusui memiliki banyak tantangan apalagi pada saat bencana seperti ini,” tandasnya.

 

Laporan          : Dedy/Ril

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here