Afzarki Indoboga Dorong Digitalisasi Usaha Katering

0
296

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Pemanfaatan dunia digital untuk menumbuhkan suatu usaha dalam bentuk pemasaran digital, juga menjadi salah satu faktor penting bagi pengusaha katering. Apalagi, bagi pengusaha katering pemula yang baru memulai merintis usahanya dari bawah.

Kepada Sumateranews.co.id, Direktur Operasional PT Afzarki Indoboga, Pusparia W Rahardjo mengatakan jika pihaknya tidak menampik peluang promosi usaha melalui media digital seperti website atau media sosial (medsos).

“PT Afzarki Indoboga juga memanfaatkan dunia digital seperti website sampai ke media sosial untuk alat promosi. Begitupun, teman-teman pengusaha katering di Palembang juga semua sudah sadar pentingnya digitalisasi,” ujarnya, Selasa (28/8).

Bagi Pusparia, hal tersebut penting karena saat ini sudah zaman modern. “Jika ingin mencari informasi tentang penyedia jasa katering, konsumen hanya tinggal mengakses internet saja,” ujarnya
Walaupun, lanjutnya, tetap masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan akses digital yang sangat mudah itu.

“Ada juga modus penipuan di internet bahwa ada pihak yang ingin order banyak dan menghubungi para pengusaha katering di Palembang. Untungnya, tidak satu pun dari kami yang tertipu dengan orderan palsu itu,” ungkapnya.

Disinggung tentang aplikasi jasa katering, Pusparia menganggap hal tersebut bisa diterapkan di Palembang. Walaupun mungkin pesanan tidak sebanyak ketika menghandle satu event, namun hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mempromosikan usaha katering yang ditekuni.

“Digitalisasi yang berbentuk aplikasi itu penting juga buat pengusaha katering pemula. Karena itu adalah kesempatan untuk mengenalkan usahanya ke masyarakat luas. Walaupun kecil, namun semua usaha itu harus dimulai dari bawah (kecil), dan lama-kelamaan akan menjadi besar,” lanjutnya.

Masih kata Pusparia, Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) pusat juga selalu mendorong para pengusaha katering kearah digitalisasi.

“Setiap ada kegiatan nasional, pemasaran secara digital sering menjadi topik pembahasan. Saya pun tidak pandang bulu. Semua anggota APJI Sumsel, saya kasih semua (sosialisasi pemasaran digital),” ujar perempuan yang juga merupakan Ketua umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APJI Sumsel ini.

Senada, Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Zulkifli Harahap menganggap bahwa saat ini bukan zamannya lagi mengandalkan media konvensional sebagai alat untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa.

“Sekarang sudah tidak zamannya lagi menggunakan media konvensional karena semua sudah berbasis online. Kemudahan orang untuk memperoleh sumber informasi itu sudah sangat mudah, karena dunia sudah ada di genggaman manusia (handphone),” ujarnya.

Terkait aplikasi Jasaboga, bagi Zulkifli, peluangnya sangat terbuka untuk diterapkan di Palembang. “Makanya saat ini sesuai dengan harapan menteri bahwa kami harus mencetak minimal 10 persen lulusan untuk menjadi seorang pebisnis. Jadi, bukan untuk menjadi tenaga kerja saja, tetapi bagaimana mahasiswa kami cetak untuk berbisnis. Mereka harua membuka lapangan pekerjaan dan bukan mencari pekerjaan. Dengan demikian ekonomi akan tumbuh,” tutupnya.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali