Ada Bunga Bangkai di Lahat

0
379

Sumateranews.co.id, LAHAT- Ternyata keberadaan bunga bangkai yang bernama latin Amorphophallus yang biasa hidup di Provinsi Bengkulu, dapat kita temua juga di Kabupaten Lahat Provinsi Sumsel.

Tepatnya di Desa  Kebun Jati Kecamatan Kota Agung Lahat, secara tak sengaja, malam kemarin ditemukan Hendro (24) warga setempat di salah satu sudut rumahnya.

Tinggi  bunga bangkai yang ditemukan Hendro berkisar 2,5 m. Hingga kini, bunga tersebut ramai dikunjungi warga dan menjadi objek tontonan, bahkan tak sedikit juga warga yang berfose di dekatnya. ‘’Saya menemukan bunga ini secara tak sengaja. Secara kebetulan saya melihat keanehan tanaman dari jauh, kemudian saya dekati. Ternyata bunga bangkai,’’ aku Hendro.

Dia tak bisa mengatakan penyebab tumbuhnya  tanaman langka tersebut. ‘’Saya gak tahu kenapa bisa tumbuh di desa ini,’’ cetusnya.

Berdasarkan informasi yang ada, bunga bangkai atau suweg adalah sekelompok tumbuhan dari genus Amorphophallus yang merupakan anggota dari famili Araceae (talas-talasan). Jenis yang paling dikenal dari bunga bangkai (Amorphophallus) adalah bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa atau titan arum yang mempunyai nama latin Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas atau Sumatera Giant Amorphophallus. Amorphophallus titanum memegang rekor sebagai bunga dengan struktur perbungaan tertinggi di dunia di susul Amorphophallus gigas di urutan kedua.

Karena keawaman kita sering kali menganggap bunga bangkai sebagai satu spesies (jenis) saja padahal bunga raksasa dan tertinggi ini terdiri atas sekitar 170 spesies di seluruh dunia. Yang lebih parah, tidak sedikit yang menyamakan bunga bangkai dengan bunga Rafflesia. Padahal antara Amorphophallus dan Rafflesia adalah dua bunga yang berbeda meskipun sama-sama berukuran raksasa dan mengeluarkan bau busuk.

Mengenal Ciri Bunga Bangkai (Amorphophallus). Bunga bangkai dalam bahasa latin disebut Amorphophallus yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “Amorphos” yang berarti “cacat, tanpa bentuk” dan “phallos” yang berarti “penis”.

Bunga bangkai (Amorphophallus) merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hingga ke Kepulauan Pasifik termasuk di Indonesia. Sebagian besar, bunga bangkai merupakan spesies endemik.

Bunga bangkai yang merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia ini termasuk tanaman dari suku talas-talasan (araceae) dengan bentuk dan ukuran umbi yang bervariasi pada setiap jenisnya.

Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah.

Apabila kondisi memungkinkan, fase vegetatif akan disusul dengan fase generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi. Kedua fase ini kan terjadi berulang dan terus menerus.

Saat bunga bangkai mengalami fase generatif (mekarnya bunga), bunga tertinggi ini mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai. Bau busuk ini berfungsi sebagai pemikat bagi lalat dan kumbang yang mana serangga-serangga tersebut akan berkontribusi dalam proses penyerbukan. Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Dan bunga bangkai kemudian kembali memasuki fase vegetatif.

Laporan             : Novita

Editor/Posting    : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article