Ada 68 Tower di Rejang Lebong yang Belum Sumbang PAD

0
216

Sumateranews.co.id, BENGKULU- Saat ini tidak kurang ada 68 tower di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu milik perusahaan telekomunikasi sebagai alat pemancar sinyal hp yang belum menyumbang retribusi atau PAD ke daerah tersebut.

Di antaranya (sebagaimana data dari Dinas PMPTSP) tower yang dimaksud adalah milik Potrelindo sebanyak 19 tower, Telkomsel 10 tower, Telkom 1 tower, XL Axiata 7 tower, Indosat 5 tower, tower bersama group 12 tower, PT Corona Telekomunikasi 2 tower, PT Solusi Tunas Pratama 3 tower, Mitratel 6 tower, dan Retower Asia sebanyak 3 tower.

Data tersebut berdasarkan data tahun 2017 lalu sebagaimana yang tercatat di Dinas PMPTSP. Padahal jika merujuk pada peraturan daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 11 Tahun 2011 yang mengatur tentang  retribusi pengendalian menara dan telekomunikasi, pasal 8 ayat 1, pengusaha telekomunikasi yang memiliki tower, wajib mengantongi IMB. Dengan kewajiban membayar retribusi pengendalian menara, sebesar 2 % pertahun, dari nilai jual objek pajak (njop) serta pajak bumi dan bangunan.

Jika tidak dilaksanakan, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 2 % tiap bulannya. Oleh karena itu, Sabtu (10/3/2018), Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Rejang Lebong, Afnisardi mengatakan jika pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap keberadaan 68 tower yang ada. ‘’Dan minta kepada para pemilik untuk segera melampirkan berkas-berkas perizinan yang dimiliki. Kita juga amat menyayangkan sikap para pemilik tower yang tidak memberikan retribusi ke daerah padahal itu wajib dilakukan sebagaimana aturan yang ada,’’ tegasnya.

Laporan          : Andeka

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article