Ada 31 Lintasan KA Tanpa Palang, PT KAI Nilai Itu Tanggung Jawab Pemkot

0
493

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Banyaknya desakan sejumlah pihak meminta pemasangan palang pintu perlintasan rel kereta api (KA) yang tidak mempunyai palang pintu khususnya di wilayah Kota Prabumulih ditanggapi langsung oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang.
Kepala PT KAI Persero Divisi Regional III Sumsel, Andika Tri Putranto melalui Manager Humas, Aida Suryanti menjelaskan pemasangan palang pintu merupakan kewajiban dan kewenangan dari Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih selaku pihak pemerintahan setempat.
“Bukan wewenang PT KAI, kita hanya mengoperasikan kereta saja, tetapi untuk program pemasangan palang pintu itu kewenangannya pemerintah, dalam hal ini Kemenhub atau Dirjen perkeretaapian,” tegas Aida Suryanti dikofirmasi, Senin (15/1).
Menurut Aida, hal tersebut sesuai aturan yang diikuti PT KAI yang tertera dalam Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. “Untuk pemasangan palang pintu itu urusannya pemerintah daerah setempat, dan hal itu ada menurut dalam Undang-undang nomor 23 Tahun 2007 adalah kewenangan pemerintah. Bukan kewajiban PT KAI,” jelasnya.
Meski demikian, sambung Aida, bukan berarti pihaknya lepas tanggung jawab, namun melainkan PT KAI Persero Divisi Regional III Sumsel justru mengikuti undang-undang yang diberlakukan saat ini.
“Karena di undang-undang itu pemasangan palang pintu merupakan tanggung jawab pemerintah. Sehingga bukan tanggung jawab kami untuk memasang palang pintu,” sambung dia.
Lebih lanjut dikatakan dia, untuk memasang palang pintu di wilayah Prabumulih saat ini PT KAI masih fokus berkoordinasi dengan pihak Pemkot Prabumulih yang baru mengusulkan pemasangan palang pintu di beberapa titik kawasan perlintasan tanpa palang.
“Untuk tahun 2018 ini kita juga lagi koordinasi dengan Pemkot Prabumulih pak terkait di titik-titik mana saja yang sudah mereka ajukan,” terangnya.
Sekedar mengingatkan, puluhan perlintasan kereta api (KA) di jalur rute Kertapati-Prabumulih diketahui tanpa dilengkapi palang pintu, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat yang melintasi rel tersebut. Setidaknya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Sumsel mencatat terdapat sebanyak 31 titik perlintasan KA tak berpalang pintu.
“Iya jadi untuk jumlah perlintasan kereta api yang ada di Prabumulih, ada terdapat sekitar 31 perlintasan kereta api tidak mempunyai palang pintu di jalur koridor Kertapati-Prabumulih dan tidak ada petugas serta tidak ada rambunya,” ujar Manager Humas Driver III PT KAI Sumsel, Aida Suryanti, ketika dikonfirmasi sebelumnya.
Dikatakan Aida, jumlah perlintasan kereta api tak berpalang pintu itu tersebar di beberapa wilayah di Prabumulih mulai perbatasan kota hingga Kabupaten Muara Enim. “Banyaknya palang pintu ilegal tersebut akibat adanya masyarakat di suatu wilayah yang secara sengaja membuka perlintasan untuk jalan pintas,” bebernya.
Masih dikatakan Aida, di perlintasan rel KA yang melintasi di wilayah Prabumulih ini, ada terdapat sekitar 43 perlintasan yang resmi namun hanya memiliki rambu peringatan saja dan masih banyak yang tidak mempunyai palang pintu atau pengaman perlintasan KA. “Ada juga beberapa perlintasan rel kereta api resmi namun hanya memiliki rambu-rambu saja,” tandasnya.
Laporan : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article