Abraham Samad Dilamar Partai untuk Maju Pilpres 2019

0
225

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Mantan Ketua KPK Abraham Samad sudah dilirik oleh 2 Partai untuk maju di Pilpres 2019. Partai yang mengajaknya untuk maju dalam Pilpres, ada satu partai di dalam pemerintahan dan satu partai di luar pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkan Abraham Samad saat konferensi pers dengan media di Rumah Makan Sri Melayu, Sabtu malam (21/4/2018).

 

Abraham Samad mengatakan, kunjungannya ke beberapa daerah adalah untuk mendengar situasi yang berkembang saat ini. “Saya bisa memberi gambaran. Kita prihatin melihat situasi sekarang. Dulu kita berharap sistem pemerintahan bisa dirasakan masyarakat. Tapi dalam perjalanan tidak sesuai harapkan. Dari rezim ke rezim tidak pernah jelas meletakkan nasional interes. Kelemahan kita, tidak ada nasional interes. Arah pembangunan itu tidak jelas,” katanya.

Menurutnya, seharusnya fokus nasional interes adalah pengelolaan SDA, tata kelolah pangan, pengelolaan APBN dengan benar dan pendidikan dan kesehatan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau kita meletakkan nasional interes jelas arah pembangunan. Tapi sekarang dari pemerintah pindah pemerintahan tidak jelas arah pembangunan,” bebernya.

Abraham menjelaskan, dirinya beberapa tahun terakhir mengkonsentrasikan diri pada pemberantasan korupsi. Waktu di KPK pada penegakan hukum,  setelah di luar KPK. Fase pertama penindakan refresif misanya OTT fase kedua adalah pencegahan sistem tata kelola. Karena sistem kita sudah rusak. Sebaik apapun orang masuk ke sistem buruk bisa terjungkal. Fase ketiga adalah mulai melakukan pembentukan karakter generasi selanjutnya dengan menerapkan nilai integritas. “Itu saya ingin bangun di kampus- kampus. Kalau kita sudah melalukan fase pertama dan kedua. Maka akan terulang lagi korupsi oleh pendahulunya.  Oleh sebab Itu, yang disiapkan generasi baru. Misal pendidikan PAUD, pendidikan nilai dari keluarga. Orang tua buta huruf bisa memberikan nilai-nilai kejujuran, kerjasama, empati, tidak egois dengan memberikan contoh. Pendidikan nilai tidak maksimal di rumah tangga. Karena ada arus globalisasi dan orang tua sama sama bekerja. Semua negara menghadapi ini. Kedua orang tua bekerja. Pendidikan nilai berbasis keluarga. Dan ada pendidikan nilai berbasis formal,” paparnya.

Ketika disinggung apakah dia akan maju di Pilpres, Abraham mengungkapkan, apapun yang diamanahkan harus dijalankan. “Apapun yang bisa saya jalankan.  Ada dua partai yang melirik. Saya bukan orang partai. Belum  jelas untuk capres atau cawapres. Yang memberikan saya tawaran di Pilpres satu partai di dalam pemerintahan dan satu lagi di luar pemerintahan,” cetusnya.

Ketika disinggung soal korupsi di Sumsel, Abraham menambahkan,  ada korupsi di infrastruktur. “Banyak pembangunan infrastruktur yang rawan dikorupsikan. Sehingga pengarahan pada pencegahan harus dilakukan,” paparnya.

Sebelum ke Palembang, Abraham Samad telah melakukan kunjungan di Padang, Kaltim, dan Yogyakarta. Selain itu, Abraham Samad telah mengisi seminar spirit di 20 kampus.

Laporan          : Wiwin

Editor/Posting : Imam Ghazali