Warga Lengkiti Keluhkan Jalan Rusak

222

Sumateranews.co.id, BATURAJA – Kondisi jalan Poros Tanjung Lengkayap hingga Bunga Tanjung, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kini mengalami kerusakan yang parah, sehingga sangat menganggu aktifitas lalulintas masyarakat setempat dan membuat resah.

Apalagi dengan kondisi kerusakan yang hampir mencapai 80 persen ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.

Karena kondisi ini, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Lengkiti Bersuara yang terdiri dari gabungan Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB), Garda OKU, PK KNPI Lengkiti serta perwakilan kadus, Kamis (24/8), mendatangi Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) OKU guna menyuarakaan dengan beraudiensi bersama Bupati setempat, H Kuryana Aziz.

Namun sayangnya karena Bupati OKU sedang dinas luar, audiensi ini hanya dihadiri oleh Asisten I Setda OKU Mirdaili SSTP MSi, Sekretaris Kesbangpolinmas OKU Novian dan perwakilan Dinas PU dan Penataan Ruang OKU, Muzaim Aliansyah.

“Rusaknya jalan poros Lengkiti ini karena kurang diperhatikan pemerintah dan kondisi ini sangat membuat resah masyarakat, karena hampir seluruh badan jalan rusak dan resiko terjadinya bahaya kecelakaan sangat besar. Tempo hari saja ada mobil warga terpaksa harus menginap di sekitar jalan rusak karena tidak bisa melintas,” kata Ketua Garda OKU Jossi Robert.

Dikatakan Robert, kondisi jalan rusak ini sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu, namun kerusakan terparah sudah sejak 2 tahun terakhir. Kondisi terparah yakni di Jalan Tebing Sekutuan Bunga Tanjung, daerah ini merupakan tanjakan yang hampir seluruh badan jalan rusak parah kalau hujan kondisi jalan sangat tidak memungkinkan dilewati oleh para pengendara.

“Karena jalan rusak parah ini waktu jarak tempuh dari pusat kota ke sana (Bunga Tanjung) bertambah lama, biasanya jika jalan bagus waktu tempuh hanya 40 menit hingga 1 jam, tapi kalu kondisi jalan saat ini waktu tempuh dari Bunga Tanjung ke pusat kota bisa memakan waktu 2,5 jam lebih. Kasihan para guru yang mengajar di sana, bahkan dalam beberapa minggu terakhir ini sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Untuk itu Robert mengatakan, mewakili masyarakat Lengkiti mendesak Pemkab dan DPRD OKU untuk segera memperbaiki jalan poros Tanjung Lengkayap – Bunga Tanjung serta jalan Desa Tibang yang sudah rusak parah. “Kami berharap kepada pemerintah dan wakil kami yaitu DPRD OKU harus peka dengan kondisi jalan di wilayah Lengkiti. Pembangunan jalan harus difokuskan pemerintah sebagai penunjang utama jalannya roda perekonomian di wilayah Lengkiti,” katanya.

Menurut Josi Robet, tidak ada alasan lagi bagi Pemkab OKU untuk tidak segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab, pembangunan di masing-masing desa sudah dianggarkan pemerintah pusat melalui dana desa, sehingga tidak lagi menjadi beban pemerintah daerah.

Jadi menurut Josi, sudah seharusnya insfrastruktur jalan menjadi hal yang harus difokuskan Pemkab bersama DPRD untuk dianggarkan.

Hal yang aneh dalam perhatian mereka ungkap Josi, dalam hal ini, justru pemerintah mengutamakan pembangunan yang bukan menjadi kebutuhan orang banyak. “Seperti pembangunan lapangan tenis senilai Rp 1.187 miliar di Kecamatan Baturaja Timur. Rehab gedung kesenian tahun 2016 senilai Rp 1,7 miliar. Penggusuran jalan ke hutan-hutan. Padahal itu menurut kami belum mendesak untuk dianggarkan. Lantaran azas manfaatnya tidak tepat. Sedangkan jalan poros yang sangat dibutuhkan masyarakat justru diabaikan,” celotehnya.

Karenanya, mereka mendesak Pemkab OKU bersama DPRD untuk segera memperbaiki jalan poros yang rusak tersebut pada anggaran perubahan tahun 2017 serta perbaikan total hotmix pada anggaran 2018.

Jika dalam anggaran perubahan 2017 dan APBD 2018 tidak dilakukan perbaikan jalan tersebut, masyarakat Lengkiti ditegaskan Josi Robet, akan melakukan aksi besar-besaran guna menyuarakan langsung rintihan masyarakat untuk menuntut perbaikan jalan tersebut kepada Pemkab dan DPRD.

Sementara Asisten I Setda OKU, Mirdaili SSTP MSI, menyebut ada sekitar 19 km jalan poros di Lengkiti mengalami kerusakan, tahun lalu disebutkan itu sudah masuk prioritas yang dianggarkan melalui dana bantuan gubernur (bangub) provinsi. “Ternyata lantaran efisiensi anggaran turun. Sehingga tidak tercover semuanya. Tahun ini akan kami anggarkan ke dana APBD OKU. Ini prioritas. Tolong ingatkan perwakilan DPRD. Agar turut membantu supaya pengajuan ini disetujui,” sambung Ameng, sapaan akrab Mirdaili.

Terpisah Kabid Bina Marga di Dinas PU dan Penataan Ruang OKU, Muzaim Alamsyah, menambahkan, bahwa seluruh ruas jalan kecamatan di wilayah OKU sudah mereka data untuk dianggarkan perbaikannya di 2018. Termasuk jalan Tanjung Lengkayap – Gedung Pakuon, yang mereka anggarkan Rp 2 miliar.

Laporan : Duan Sipni

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here