2020, Pemkot Palembang Prioritaskan Penambahan RTH Kota dan Pemukiman

26

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Pemerintah kota Palembang pada penganggaran APBD tahun 2020 nanti akan memprioritaskan pembangunan penambahan ruang terbuka hijau. Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Dinas PU Perkim Kota Palembang, Ir. Apan Mahali, ketika diwawancarai usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kota Palembang, Selasa (5/11/2019).

Menurut Apan Mahali, target itu dilakukan sebagai upaya untuk penambahan keindahan Kota melalui pemasangan-pemasangan dan pembangunan ornamen kota seperti air mancur, lampu-lampu hias. Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada pembangunan di pemukiman berupa  pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur lingkungan, sarana air limbah, sarana drainase, saluran, dan lain-lain seperti proteksi kebakaran.

“Untuk penambahan ruang terbuka hijau sendiri itu sudah masuk ke dalam RPJMD,” jelas Apan.

Lanjut Apan, pada tahun 2020 nanti ada penambahan sekitar 10 sampai 11 persen RTH.

“Kalau kita mengacu kepada amanat Undang-undang pemenuhan RTH sebesar 30 persen itu dilaksanakan 20 persen oleh Pemerintah sedangkan 10 persennya itu dilaksanakan oleh Masyarakat dan Swasta,” tandasnya..

Sedangkan untuk prioritas pembangunan dari PU Perkim sendiri, Apan menjelaskan bahwa akan membangun taman-taman serta pengembangan fungsi taman.

“Sementara untuk titik lokasi tersebar di seluruh Kota Palembang dan saat ini kita sedang berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Kota Palembang,” tambahnya.

Untuk pembangunan taman ini masih bersifat dinamis namun tahun ini PU Perkim sudah menyiapkan rancangan-rancangan kegiatannya yaitu DED nya.

“Insya allah apabila anggaran ini terpenuhi dan bisa kita realisasikan,” lanjut Apan.

Untuk pembangunan pemukiman ada yang namanya SK Walikota Palembang Tentang penataan dan pengelolaan pemukiman kumuh yang tersebar di 59 kelurahan secara bertahap dengan bersinergi dengan program pusat.

Untuk pembangunan pemukiman korban kebakaran di Kelurahan Karang Anyar yang sedang berjalan saat ini PU Perkim sudah mengajukan pengajuan ke Kementerian PU dan akan di realisasikan.

Sementara untuk korban kebakaran di Ogan Baru saat ini sudah mulai diproses, insya allah dalam satu atau dua minggu sudah dapat dilihat fisiknya.

Untuk Karang Anyar, Apan menjelaskan bahwa sudah diajukan ke Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi.

“Saat ini kita tinggal menunggu verifikasinya,” tukasnya.

Laporan : Are

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here