Terkait PNS Telantarkan Anak, KPAID Linggau Surati Bupati Muratara

0
357

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- KPAID Lubuklinggau melayangkan surat kepada Bupati Muratara terkait adanya oknum PNS Muratara yang telah menelantarkan anaknya berinisial AL (1,5).

Ditemui Kamis (20/7) di Kantor KPAID Linggau, Ibu Al bernama lengkap Indah Liza Agustin (20) menjelaskan, awal kenal dengan Wisnu (35) melalui medsos (wechat) lalu berhubungan lebih dalam lagi dan menikah dengan tahun 2015. Lalu saat Indah hamil 6 bulan, Wisnu menceraikannya.

Sementara Ketua KPAID Lubuklinggau Abdul Hamim mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan ini. ‘’Jadi kita berharap orang tuanya bertanggung jawab kepada anaknya AL. Tapi kalau tidak ada penyelesaiannya dan orang tuanya bersikukuh terhadap pendiriannya kita akan menindaklanjuti ke kepolisian,” tegas Hamim.

Selain itu, KPAID juga mendesak kepada Bupati Muratara dan Inspektorat Muratara untuk memanggil Wisnu, sebab Bupati Muratara juga harus bertanggung jawab kepada bawahannya.

KPAID menyangkakan kepada Wisnu oknum PNS Muratara melanggar Undang-undang No.35 tahun 2014 tentang penelantaran anak dan dikenakan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak.

AL Menderita Gizi Buruk

Anak yang ditelantaran Wisnu (35) oknum PNS di Kabupaten Muratara, AL (1,5) kini kondisinya cukup memprihatinkan, bocah ini menderita kurang gizi dan tengah sakit.

AL yang merupakan buah hati dari Wisnu dan Indah sejak lahir tidak pernah tahu sama sekali dengan sosok ayah kandungnya, pasalnya Wisnu menceraikan Indah yang dinikahi secara siri saat hamil enam bulan.

Indah harus menelan pahitnya kehidupan saat Wisnu mengirimkan surat cerai melalui orang suruhannya, dimana saat itu dia tengah mengandung anak dari Wisnu. “Sejak diceraikan tidak pernah dijenguk, dan tidak pernah ketemu, apalagi memberikan nafkah untuk anak, dia cerai dengan saya saat aku hamil 6 bulan melalui perantara orang lain,” tutur Indah.

Dikatakan, Indah, dirinya sudah putus komunikasi dengan Wisnu sudah lama dari AL belum lahir sampai sekarang. Sehingga, Wisnu tidak pernah tahu kondisi anaknya.

“Waktu periksa Posyandu kemarin berat badan AL tinggal 7,5 Kg, kondisi AL sekarang lagi sakit dan kurang gizi kata bidan posyandu, disuruh diobati,” terangnya.

Dia hanya minta Wisnu memberikan nafkah lahir dan batin untuk anaknya, dan meminta pertangggung jawaban dari Wisnu sesuai dengan perjanjian dia.

Sementara itu, KPAID Kota Lubuklinggau memberikan waktu sampai hari Senin (24/7/2017) untuk niat baik Wisnu terhadap anaknya, jika tidak maka perkara ini akan dilaporkan ke Polres Lubuklinggau, karena Wisnu telah melanggar UU nomor 35 tahun 2014.

Laporan : Donna April

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre