10 Pria Hidung Belang, 30 PSK, dan 60 Kondom Terjaring Razia Pekat

5327

// Turut Amankan Puluhan Botol Miras

Sumateranewsco.id, BANYUASIN, — Sebanyak 10 laki-laki hidung belang, dan 30 wanita tuna susila (PSK) berhasil diamankan petugas gabungan Satpol PP Damkar dan Penyelematan bersama TNI-Polri di sejumlah lokasi caffe dan warung remang-remang yang ada di sepanjang kawasan Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuaain, pada Sabtu malam (23/11) Pukul 21.00 WIB s.d 00.50 WIB.

Tak hanya berhasil menjaring puluhan pria dan wanita tuna susila, dalam kegiatan operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dipimpin oleh Kabid Penegak Perda Abdul Aziz Thamrin, SH., M.Si ini juga berhasil mengamankan sebanyak 60 buah alat kontrasepsi atau kondom di sejumlah tempat yang diduga dijadikan lokasi prostitusi.

“Para pelaku yang terjaring kegiatan razia tersebut langsung diamankan/dibawa ke kantor Camat Tanjung Lago dan didata ( BAP ) oleh penyidik Satpol PP. Apabila para pelaku masih melakukan kegiatan prostitusi, maka warung remang-remang/cafe tersebut akan ditutup atau dibongkar,” ujar Kasatpol PP Damkar dan Penyelamatan, Drs.H. Indra Hadi, M.Si, melalui Kabid Penegak Perda Abdul Aziz Tamrin, SH., M.Si saat dikonfirmasi, Minggu (25/11).

Dalam operasi itu, lanjut Abdul Aziz Thamrin, pihaknya juga berhasil  mengamankan puluahan botol miras berbagai merek di sejumlah warung dan cafe yang ada di sepanjang Jalan Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuaain.

“Juga puluhan botol miras berhasil kita amankan, diantaranya bir sebanyak 35 Botol, Guinness sebanyak 35 Botol dan Anggur Merah sebanyak 1 Botol. Barang bukti ini telah diamankan di Kantor Satpol PP untuk nantinya dimusnahkan,” beber dia.

Operasi pekat yang melibatakan sebanyak 60 personil gabungan Saptopol PP, Damkar dan Penyelamatan Banyuasin, TNI Polri ini menurutnya, untuk menindak lanjuti Perda Kabupaten Banyuasin : No 10 tahun 2009 tentang Trantibumtram No 33 tahun 2005 tentang larangan penyalahgunaan peruntukan tempat tertentu dan fasilitas umum bagi perbuatan maksiat.

Dengan mengunakan beberapa kendaraan, para petugas mulai menyisiri beberapa lokasi yang diindikasi marak terjadi penyakit masyarakat yakni Caffe dan warung remang – remang yang menjadi tempat penjualan minuman keras. Para pedagang yang kedapatan menjual minuman kerap pun, langsung dilakukan pemeriksaan dan penyitaaan, beberapa botol miras yang disita dimasukan ke dalam mobil Saptpol PP

“Giat operasi gabungan ini dalam rangka menindaklanjuti laporan warga masyarakat terkait pelanggaran-pelanggaran ketertiban umum,” jelas Abdul Aziz Tamrin.

Menurut Abdul Aziz Tamrin, keberadaan miras tentu menjadi salah satu pemicu tindakan kriminalitas, sehingga kegiatan operasi pekat ini perlu dilakukan secara rutin, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat. “Tentu kegiatan ini merupakan kegiatan rutin kami, sebagai bentuk menciptakan ketenangan bagi masyarakat,” ujar dia.

Operasi pekat tersebut juga melibatkan anggota TNI Polri, diantaranya Kabid Trantibumtram Supadi, S.Pd., M.Si, Anggota Koramil 430 – 01 Pangkalan Balai Saropol dan Trihardanto, Anggota Polres Banyuasin Aldi dan Haris, Kasi Detiksi Dini Asyrul Syani, S.Sos, Kasi Penegakan Bustanil Arifin, S.Sos, M.Si, Kasi Hal Bunyamin, SE, Kasi Tibun Fitriyadi, SH, Plt Kasi Ops Fahmiludin, S Sos serta Kasi Binmas Suardi Ningsi, S.Sos.

Laporan : Herwanto

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here