Wow! AQOR Tuding Birokrasi OKI Asal Bapak Senang

198
Teks foto: Saat pasangan calon Azhari dan Qomarus Zaman (AQOR) deklarasi dan menyampaikan orasi politiknya, di lapangan Segitiga Mas Kayuagung, Selasa (9/1/2018). (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Wow! Suasana politik pilkada OKI mulai memanas. Para paslon mulai berani ‘’menghujat’’ lawan politik mereka secara terang-terangan di depan khalayak.

Salah satu contohnya, saat deklarasi pasangan AQOR (Azhari dan Qomarus Zaman) di lapangan Segitiga Mas Kayuagung, Selasa (9/1/2018).

Saat itu, dalam orasinya calon wakil bupati  OKI H. Qomarus Zaman diduga menuding birokrasi OKI yang saat ini dipimpin oleh Bupati H.Iskandar SE dan Wakil Bupati H.Muhammad Rifa’i SE amburadul alias asal bapak senang. Hal itu disampaikan H. Qomarus Zaman di depan ketua partai pengusungnya (Partai Golkar), Gerindra, PKS, dan Hanura. Dalam orasi politiknya dia menyampaikan bahwa jalan dan jembatan di OKI tidak baik. “OKI ini tidak maju-maju karena jalannya tidak pernah bagus tidak pernah diperbaiki. Itu bapak-ibu sekalian, kami sudah keliling apalagi kita ke Mesuji Makmur Pak. Malu Pak kito, kalu kito ke Mesuji Makmur dari Belitang dulu baru sampe, ke negeri wong dulu. Yo….inilah program utama kami Pak nanti,” terangnya.

Lanjutnya: ‘’Kami akan berkomitmen, apabila kami terpilih, kami ingin rukun, damai dan ingin harmonis 5 tahun ke depan. Apabila pemimpin tidak harmonis, ya Pak Ibu, bagaimana rakyat kita harus sejahtera. Karena pemimpin adalah contoh dan teladan daripada masyarakat, itu yang harus dibenahi. Satu lagi masalah birokrasi Pak, coba saat ini Pak, Bapak tahu, penempatan-penempatan pejabat di OKI ini “asal bapak senang”. Ada guru jadi camat, benar…. mau dibawa kemana kita OKI ini. Kalau begitu  Pak, iyo…tidak sesuai dengan pendidikan atau pendidikannya. Nah ini yang perlu kita benahi Bapak Ibu sekalian, agar OKI maju. Jangan jalan di tempat seperti yang sekarang ini. Ini pak salah satunya. Jadi penempatan birokrasi nanti harus sesuai dengan latar belakang pendidikan berdasarkan pengalaman kerja, pangkat, dan jabatan. Tidak harus asal bapak senang”. Inilah yang harus kita benahi Pak.’’ Demikian kira-kira paparan Qomarus dalam orasi politiknya.

Selain masalah honor ustadz-ustadzah yang tidak ada lagi dan sekolah yang tak gratis lagi pun mendapat sorotan Qomarus. Termasuk cetak sawah baru pun mendapat ‘’cercaan’’ dari Qomarus. ‘’Kalau nantinya kita terpilih akan kita akan berikan kesempatan pada rakyat untuk cetak sawah bersama-sama. Kami sudah  keliling, banyak hutan-hutan banyak tanah-tanah yang sedang tidur. Nanti Insya Allah  kalau kita terpilih kita akan berikan kesempatan kepada rakyat untuk kita berikan cetak sawah bersama,’’ tandas Qomarus.

Laporan           : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here