Terkait Disegelnya SMKN 1 Jejawi, Pemkab OKI Lakukan Kasasi dan Akan Tuntut Meilan

70

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Terkait disegelnya SMKN 1 Jejawi oleh Ir Yusron bin H M Yusuf Halim untuk kedua kalinya pada Jumat (26/10/2018) sebagaimana diberitakan yang menyebabkan ratusan siswa terpaksa melompati pagar dengan berbagai cara membuat Pemerintah Kabupaten OKI geram dan akan menuntut pihak Meilan selaku penjual tanah saat itu.

Bupati OKI H Iskandar SE melalui Sekretaris Daerah OKI, H Husin SPd MM saat dikonfirmasi wartawan usai rapat Banggar di Gedung DPRD OKI (29/10/2018) mengatakan, terkait masalah SMKN 1 Jejawi, itukan sebenarnya urusan internal keluarga dia (Yusron). ‘’Kita sudah membeli kan, nah terkait tuntut menuntut, seyogyanya sangat disayangkan adanya penyegelan itu, itukan masih dalam status sengketa hukum, dak bisa. Jadi menyegel itu walaupun itu putusan Mahkamah Agung (MA),’’ terangnya.

Pihaknya sudah banding dan tidak ada instruksi dalam putusan itu untuk mengosongkan sekolah itu. ‘’Meski sudah inkra putusan dari Mahkamah Agung, kita sudah melakukan upaya banding, kecuali habis upaya banding kita. Baru sudah itu, itukan urusan masalah internal keluarga mereka, yang jual itu adek dia (Yusron) kan,’’ jelasnya.

“Kalau memang upaya hukum terakhir sudah jalan buntu, katakanlah ditolak kasasi kita, kita akan tuntut Meilan yang jual tanah itu, berarti ada kebohongan di situ, surat menyurat, apa-apa, pemerintah berarti salah beli, berarti surat palsu,” tambah Sekda.

Mengenai dia (Yusron) melarang siswa sekolah, tidak ada hak dia melarang itu. ‘’Kamu baca, minta katanya yang inkra itu mana, ada nggak klausulnya di Keputusan Mahkamah Agung. Itu yang menyatakan pihak Tergugat harus mengosongkan sekolah itu, belum, nggak ada kata-kata mengosongkan sekolah itu,” tegasnya.

Mengenai Keputusan inkra itu Kejaksaan Agung, pihak Pemkab mengadakan kasasi ke Mahkamah Agung dan akan tetap melakukan tuntutan kepada pihak Meilan kalau tidak ada solusi damai.
Siapa tahu setelah Keputusan Tertinggi (MA) itu pihak Meilan atau Pemda masih kalah dan tiba-tiba Meilan sadar. ‘’Berarti memang betul saya (Meilan) ini keliru sudah menjual tanah kakak (Yusron), lalu dia (Meilan) ingin ganti kita kan tidak sampai 1 Milyar dulu itukan dia (Meilan) ingin mengganti Rp 900 juta, sisanya kita tambahi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Ir Yusron bin HM Yusuf Halim menegaskan, sidang terkait lahan ini hingga sudah ke tingkat Mahkamah Agung. “Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi No. 86/PDT/2015/PT.PLG yang dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung RI No. 2934 K/PDT/2016 dan telah berkekuatan hukum tetap, kita menang. Jadi begini, siapapun yang terkait, kita proses hukum, tidak perlu keluarga atau apa, yang perlu pembuktian di atas hukum,” tegasnya.

Laporan          : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here