Pomdam II/Swj Selidiki Kasus Terbunuhnya Karyawati yang Diduga Melibatkan Oknum Anggota TNI

185
PONDAM II/SWJ USUT KASUS PEMBUNUHAN KARYAWATI MINIMARKET: Kasus pembunuhan terhadap salah seorang karyawati sebuah minimarket Palembang berinisial VO (21), yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD berpangkat Prajurit Dua (Prada) berinisial DP, di sebuah Penginapan SM, Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat (10/05/2019) lalu, kini terus diselidiki oleh pihak Petugas Polisi Militer (Pomdam) II/Swj.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Kasus pembunuhan terhadap salah seorang karyawati sebuah minimarket Palembang berinisial VO (21), yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD berpangkat Prajurit Dua (Prada) berinisial DP, di sebuah Penginapan SM, Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat (10/05/2019) lalu, kini terus diselidiki oleh pihak Petugas Polisi Militer (Pomdam) II/Swj.

“Terkait hal itu, petugas Pomdam II/Swj telah mengambil langkah-langkah antara lain dengan mendatangi pihak orang tua korban untuk dimintai keterangan serta mencari keterangan dari pihak lain, dan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan tersebut,’’ ungkap Kapendam II/Swj, Kolonel Inf Djohan Darmawan, Senin (13/05/2019).

Menurut Kapendam, berdasarkan laporan yang diterima, pihak Penyidik Pomdam II/Swj sudah menyiapkan administrasi dan kelengkapan syarat-syarat yang dibutuhkan dalam melaksanakan proses penyelidikan dan pengembangan kasus pembunuhan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak Kepolisian Polda Sumsel.

“Saat ini Prada DP, oknum anggota TNI AD yang diduga melakukan tindakan pembunuhan terhadap pacarnya VO sedang dalam pencarian oleh Pomdam, yang bersangkutan adalah siswa Sustaif Rindam II/Swj, Baturaja,” kata Kolonel Djohan.

Tak sampai disitu, guna membantu pengungkapan kasus tersebut, pihak Pomdam II/Swj juga telah menyebarkan foto terduga pelaku di wilayah jajaran Kodam II/Swj mulai dari Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung hingga Bangka Belitung (Babel).

“Hal itu kita lakukan untuk membatasi ruang gerak terduga oknum anggota TNI tersebut, agar bisa segera ditangkap. Kodam II/Swj tidak akan melindungi atau mentolerir oknum yang seperti itu,” pungkas Kapendam.

Sumber : Pendam II/Swj

Editor   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here