Oknum Pegawai RSUD Bangkinang Diduga Korupsi Dana BLUD

63

Sumateranews.co.id, RIAU – Diduga Seorang pegawai RSUD Bangkinang yang bertugas sebagai bendahara BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) berinisial AW alias Nunung, nekat melakukan korupsi.

Hal tersebut berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang tidak mau disebutkan, mengatakan kepada awak media, bahwa kasus korupsi ini merupakan temuan dari hasil pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) beberapa waktu lalu. Dimana atas temuan ini diduga Nunung diminta untuk segera mengembalikan uang Kas RSUD Bangkinang yang dikorupsinya itu dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Karena didapat informasi bahwa sebelum temuan dari BPK ini, pihak Inspektorat Kabupaten Kampar juga sempat memeriksa Nunung, dan menemukan penyimpangan keuangan sekitar Rp 500 juta. Kemudian memintanya untuk mengembalikan uang tersebut, namun kabarnya baru dikembalikan oleh yang bersangkutan sebesar Rp 300 juta.

Ironisnya, pihak RSUD Bangkinang terutama Direkturnya seolah menutup – nutupi masalah ini, dan terkesan diduga ikut menikmati dana yang dikorupsi Bendahara BLUD tersebut.

“Sementara itu untuk diketahui, bahwa bendahara BLUD ini tugasnya adalah mengurusi dana swakelola rumah sakit. Seluruh pemasukan baik dari biaya perawatan pasien, hingga retribusi yang ada di lingkungan RSUD Bangkinang ini disetor melalui bendahara BLUD ini, begitu pun untuk dana operasional dibayarkan melalui pihak yang sama,” terang narasumber, Kamis (5/7/19) lalu.

Didapat bocoran, bahwa modus pelaku ini adalah dengan cara menggandakan buku kas, dan mengubah catatan uang masuk dengan mengecilkan angkanya, serta membuat catatan-catatan fiktif pengeluaran uang operasional, serta melakukan mark up.

“Dari penilaian rekan-rekan kerjanya, sebagai pegawai yang tidak memegang jabatan struktural, gaya hidup pegawai ini bak selebriti papan atas. Bayangkan saja dia bisa membeli mobil Toyota Pajero secara cash, serta memiliki 7 mobil lainnya, hingga punya kebun Lemon, sejak bertugas sebagai bendahara BLUD,” ungkap Narasumber.

“Di samping itu juga, yang bersangkutan sering keluar negeri untuk berfoya-foya menghamburkan uang, dan dengan bangganya pamer di akun media sosial miliknya saat berwisata ke Manca Negara. Selain itu, perbuatan pelaku ini sudah melampaui batas, dan layak dilaporkan kepada penegak hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Narasumber.

Selanjutnya awak media mencoba konfirmasi kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar, Muhammad melalui telepon selulernya pada hari Sabtu lalu, 7 Juli 2019 mengatakan, kalau masalah itu memang benar.

“Tapi saya tidak tahu pula berapa kerugiannya di situ. Silakan saja konfirmasi dengan Bapak Sekda Kampar. Karena beliau yang tahu pasti berapa kerugiannya, kalau saya tidak tahu pasti pula berapa kerugian keseluruhannya disitu,” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar.

Di tempat terpisah pada hari Senin (8/7/19), di sela – sela acara pesta pernikahan antara Afni dan Kiki yang berlokasi di Jalan Sudirman Bangkinang Kota, saat Sekda Kabupaten Kampar, Drs. Yusri, M.Si menghadiri acara pesta tersebut, awak media mencoba bertanya kepada Sekda, kapan wartawan bisa melakukan wawancara terkait masalah Bendahara BLUD tersebut.

Drs. Yusri, M.S.i mengatakan, besok pagi saja kita jumpa di kantor sekitar pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya pada hari Selasa (9/7/19) awak media mendatangi ruangan Ajudan Sekda Kabupaten Kampar, untuk konfirmasi terkait permasalahan tersebut. Akan tetapi Sekda Kabupaten Kampar tidak bisa ditemui oleh awak media, karena sedang mengadakan rapat di ruang kerjanya.

Hingga berita ini dilansir, wartawan belum dapat jawaban dari Sekda mengenai kelanjutan kasus korupsi tersebut.

Laporan          : Arifin/Ril

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here