Diduga Tangki Minyak Tak Layak Masih Dioperasionalkan

194

Sumateranews.co.id, MURATARA- Masih ingat dengan lakalantas truk tangki minyak di Desa BTS Ulu Sabtu (1/2 /2018) lalu sebagaimana diberitakan. Nah hal itu diduga akibat masih dioperasionalkannya angkutan tersebut meski diduga layak lagi berjalan.

Terkait hal tersebut, warga setempat berinisial AM menilai mobil tangki minyak yang dioperasionalkan PT Serelaya pun dianggap tak layak. ‘’Sebab ketebalan tangki pengangkut minyak dengan pengangkut air tidaklah sama. Selain itu, mobil yang digunakan pihak PT tersebut itu dari tahun 1997 yang sampai saat ini masih juga beroperasi,’’ tegasnya, Rabu (5/12).

Selain itu AM dan warga lainnya berharap agar pihak PT Pelita selaku pengangkut/subkontraktor minyak dari PT Serelaya dapat mempertahankan karyawan yang lama serta mengeluarkan SK-nya. ‘’Sebab pekerja yang lama tidak akan mungkin ingin melepaskan pekerjaannya,” cetusnya.

Saat dikonfirmasi ke Humas PT. Seleraya Rico, dia mengatakan bahwa pihaknya memiliki Tim HSE untuk melakukan pengecekan terhadap tangki yang digunakan sebelum beroperasi atau beraktivitas.

“Kalau memang tangki itu tidak pas menurut Tim SHE maka tangki tersebut tidak digunakan. Terbukti dari 13 tangki hanya 5 yang beroperasi atau digunakan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya (PT Seleraya) mempunyai kontrak pengangkutan minyak dengan PT Pelita. ‘’Dan PT Pelita yang mengoperasikan semua kendaraan pengangkutan minyaknya. Sebab sejak 1 Desember 2018 pihak PT. Seleraya ada transisi. Dimana transisi untuk kontraktor pengangkutan minyak sebelumnya PT. Lamindo sudah habis kontrak dan bulan Desember sekarang yang mengangkut minyak adalah PT. Pelita. Nah, sekarang ini PT. Pelita sudah menjadi kontraktor pengangkut minyak milik PT. Seleraya. Saat ini, PT. Pelita lagi memakai unit-unit protek yang lama itu hanya sementara. Rencananya Pada tanggal 5/12/2018 akan masuk protek baru milik PT. Pelita yang akan diplotkan ke PT. Seleraya,” papar Rico.

Terkait mobil yang mengalami kecelakaan di Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musirawas Sabtu (1/12/2018) lalu, Rico membenarkannya.

“Benar, mobil kecelakaan di Desa Tambangan itu sudah dipegang oleh pihak PT. Pelita. Sebelum berangkat sebenarnya sudah kita cek untuk keberangkatannya dan sudah layak,” tandasnya.

Laporan          : Shandy
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here