Baru Tujuh Bulan Terapkan Inovasi Integrated Gas Monitoring dan Conditioning, Pertamina EP Berhasil Genjot Kenaikan Revenue Rp239 Miliar

40
PERTAMINA EP: Heragung Ujiantoro, Field Manager Prabumulih Field saat menjelaskan penerapan inovasi Integrated Gas Monitoring dan Conditioning, dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Prabumulih Field pada tahun ini. Salah satu lapangan produksi migas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Provinsi Sumatera Selatan ini berhasil menaikkan angka revenue setelah menerapkan inovasi Integrated Gas Monitoring dan Conditioning.

Bahkan tercatat baru sekitar 7 (tujuh) bulan atau pada April 2018 menerapkan inovasi tersebut, Pertamina EP sudah mampu menggenjot revenue sebesar Rp239 miliar.

“Inovasi merupakan kegiatan yang terus dilaksanakan di Prabumulih Field, guna mencapai target produksi dan juga revenue dengan biaya yang seminim mungkin untuk mendatangkan hasil yang maksimal bagi negara,” ungkap Heragung Ujiantoro dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III, Selasa (23/10/2018).

Menurut Heragung, revenue gas TW III tahun 2017 lalu mencapai sebesar Rp6.48 triliun.

“Sementara revenue gas yang sama pada tri wulan ketiga (III) tahun ini sudah tercatat sebesar Rp7.7 triliun. Kenaikan ini pun terjadi signifikan setelah penerapan inovasi di bulan April 2018,” tambah Heragung.

Dijelaskan Heragung, PEP Prabumulih Field memegang peranan penting pada penyaluran gas di Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. Hal itu mengingat, posisi PEP Prabumulih Field bukan hanya sebagai salah satu produsen terbesar dari gas di Sumatera Selatan, melainkan juga memegang proses kendali penyaluran dari produsen-produsen gas lainnya yakni PEP Pendopo Field, PEP Adera Field, Medco Teras, Medco Rambutan, dan juga KSO Indrillco

“Optimalisasi gas selalu menjadi main concern kami, mengingat setiap konsumen memiliki spesifikasi kebutuhan tekanan gas yang berbeda-beda. Guna menghindari back pressure (tekanan balik), maka diperlukan smart system yang bisa mengontrol gas sehingga aliran gas dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan revenue bagi perusahaan,” tandasnya.

Sementara itu dari sisi konsumen, inovasi tersebut lanjut Heragung sangat berdampak positif guna menghindari kekurangan pasokan gas.

Sementara itu, Wangsit Sinung K, Gas Production Assistant Manager PEP Prabumulih Field yang menjadi kepala dari tim inovasi gas menambahkan bahwa tahapan inovasi dimulai dari kegiatan identifikasi operasi plant, engineering, koordinasi dengan transporter  konsumen, SWOT analysis, modifikasi sistem control penyaluran gas, operasi, dan monitoring.

“Dalam kondisi sebelum optimalisasi, penyaluran gas untuk konsumen menggunakan flow controller dengan menggunakan sensing yang untuk safety operation LPG Plant Sumbagsel saja. Setelah dilakukan inovasi dengan membuat formula, sensing flow controller dapat memperhitungkan kondisi operasi dari beragam produsen gas. Selanjutnya, dengan membuat baseline percentage operasi flow controller, penyaluran gas ke konsumen PGN Jawa dan konsumen Sumbagsel dapat diatur sesuai kebutuhan dan juga target,” terang Wangsit.

Konsumen utama gas dari Sumatera Selatan diketahui antara lain terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaya, PT PGN untuk kelistrikan di Jawa, PT PLTG Asrigita, hingga gas kota Palembang dan Prabumulih.

Laporan : AD

Posting   : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here