Arogansi Walsus, Ocktap: Gubernur minta maaf dan non-Aktifkan Walsus

202
Ketua PWI H Ocktap Riady SH ketika berorasi di depan Kantor Gubernur Sumsel, terkait wartawan mendapat perlakuan kasar Walsus Gubernur Sumsel

Sumateranews.co.id, PALEMBANG ─ Terkait arogansi Pengawal Khusus (Walsus) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Derman Deru, yang telah menantang wartawan Detikcom untuk berkelahi, akhirnya berbuntut panjang.

Terbukti dengan kedatangan puluhan wartawan baik media cetak, online maupun elektronik. Berorasi di depan Kantor Gubernur Sumsel, hal ini di sampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel H Ocktap Riady SH.

Ocktap Riady mengatakan, menuntut agar Gubernur Sumsel H. Herman Deru menonaktifkan Walsus lantaran telah mendorong  dan menantang wartawan Detikcom berkelahi, selain itu menuntut gubernur untuk meminta maaf atas perlakuan Walsus yang arogansi tersebut.

“Kawan kawan menerima adanya penundaan pertemuan dengan gubernur. Kita mendapat info dari stafnya pak Deru. Bahwa gubernur sedang berada di Solo, jadi besok kita dijadwalkan bertemu gubernur”, ucap Ocktap, di depan Kantor Gubernur Sumsel di Jalan Kapten Ariva’i Palembang. Senin (12/11/18).

Ocktap Riady yang juga selaku Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat ini menambahkan, tuntutan teman-teman jelas agar gubernur menonaktifkan atau tidak mempekerjakan Walsus tersebut.

“Kami tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi, dimana Walsus telah mengancam dan menghalang-halangi tugas wartawan, seperti yang terjadi dengan wartawan Detikcom. serta menuntut Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta maaf secara terbuka, bukan melalui Facebook atau Staf Khusus Bidang Media”, tegas Ocktap.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Media dan Pemberitaan Alfrenzi Panggarbesi mengatakan bahwa Gubernur tidak berada ditempat jadi tidak bisa menemui teman-teman wartawan disini.

“Pak Deru lagi di Solo jadi besok dijadwalkan pertemuan dengan gubernur,” tandas Alfrenzi yang akrab disapa Ozi.

Untuk diketahui, kedatangan wartawan dan pengurus organisasi pers seperti PWI. AJI. IWO, meminta pertanggungjawaban Gubernur Sumsel terkait arogansi Walsus menghalang-halangi tugas wartawan Detikcom ketika wartawan sedang melakukan peliputan kegiatan Gubernur. Bahkan Walsus tersebut mendorong dan menantang wartawan untuk berkelahi.  Namun sayangnya aspirasi mereka belum tersalurkan lantaran Gubernur Sumsel H Herman Deru tidak berada di tempat.

 

Laporan : SU
Editor     : Syarif

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here